2026-08-05 at

Pakatan Harapan's "I am a Malay Muslim supporter" campaign

In case it's not clear why this entire campaign is a massive own-goal ... 

1. it doesn't say why anyone should support PH

1.1. Let alone why Malayness is expressed in PH
1.2. ditto : Islam in PH

2. It doesn't address the concern that non-Muslims in Malaysia are a threat to the constitutional position of Islam

2a. Ditto : pridatangs, position of pribumis

3. therefore the first thing any opposing voter thinks is, "korang jahil, bersekutu dengan pridatang, menjejaskan bangsa, dan agama"

2026-08-04 at

Empat Jenis Pridatang di Malaysia

EMPAT SPESIS PRIDATANG DI MALAYSIA

1. Ada orang jahil perlembagaan. 

2. Ada orang fasih, tapi mengidolakan pemindaan.

3a. Ada orang cenderung kepada pemindaan, tapi bagi tujuan politik, tidak berupaya menyatakan kecenderungan itu ( suka dengan gagasan pemindaan perlembagaan bagi kesamarataan pribumi+pridatang ).

3b. Ada orang cam 3a tapi, dorang terus terang dengan gagasan mereka. Golongan ini pula tersekat sikit dengan undang/pilihan cabangan eksekutif yang menghadkan kebebasan bersuara dan berpersatuan atas niat itu.

4. Ada pulak pridatang yang TIDAK INGIN meminda perlembagaan. Tapi tidak berjaya dengan mendapat amanah pribumi, kerana pribumi tak pasti pun mana orang nak samaratakan hak istimewanya, dan orang mana tak ingin

Tambahan pula : bagi setiap sub/spesis pridatang ini, ada juga pribumi yang berpendirian sesama!

Kesemua ni merupakan masyarakat kita dan suasana politik yang meriah pada 2026. 😎

2026-08-03 at

Communism in Malaysia

Malaysian Communism : a historical strategic error seems to be, the misconception that violence is necessary for revolution.

Until 1941 : reasonably cordial oligarchy was maintained between the British and Malay rulers

1946 : the Malayan Union was an authoritarian approach to depowering the Malay rulers

1948, February : the Federation of Malaya superceded the Malayan Union peacefully

1948, March : Chin Peng starts planning armed conflict, and has people shot by June

Marx maintains however, that workers may achieve their goals through peaceful, legal, means ... hence Marx isn't outlawed in Malaysia, only parties with explicitly violent strategies.