LUPA DIRI : terjadilah cacian sinis, bagi barua sejarah, terhadap orang lain. Apa pula yang dijatikan oleh barua itu? Baik, apasaja yang diperkaitkan dengan kaum, agama, bangsa, negara, puak, dll. Itulah nilai hidup orang dalaman.
Tapi orang luaran tak kisah pun pebende yang dipertarungkan itu. Tulah, cara orang pemandang ke dalam, yang lupa diri, sebenarnya.